Alas Kakimu Tumpuan Hidupmu

oleh: Septi Triana

Kesehatan jiwa dan raga seharusnya menjadi perhatian utama bagi semua orang. Namun terkadang manusia melupakan hal kecil yang sebenarnya memiliki peran penting dalam kesehatan. Hal sepele seperti alas kaki yang setiap hari kita gunakan ternyata juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh.

Bagi seorang wanita, alas kaki terutama sepatu adalah cerminan harga diri mereka. Alas kaki sebagai pelengkap penampilan dan menjaga kaki agar tetap dalam keadaan bersih. Sedangkan pada umumnya, alas kaki adalah produk sepatu atau sandal yang biasa digunakan untuk melindungi kaki dari cedera. Cedera tersebut dapat disebabkan oleh kondisi permukaan tanah yang berbatu-batu, berair, dan udara yang panas maupun dingin.

Alas kaki dibuat oleh seorang pengrajin atau diproduksi di pabrik. Bahan baku pembuatan alas kaki antara lain kayu, plastik, karet, kulit, tekstil, atau serat tanaman. Alas kaki seperti sepasang sandal bisa dibuat oleh pengrajin hanya dengan menggunakan peralatan yang sederhana seperti pisau, jarum, dan benang. Sementara itu, alas kaki buatan pabrik diproduksi dengan bantuan mesin-mesin yang canggih.

Dari anak-anak hingga dewasa selalu menggunakan alas kaki untuk sebagian besar aktifitas yang mereka lakukan, terutama untuk aktifitas di luar ruangan. Alas kaki itu, baik sandal maupun sepatu memiliki model yang beragam. Namun model yang beragam tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan. Faktanya, banyak sekali model sepatu terutama sepatu bagi orang dewasa yang justru dapat mencederai pemakainya.

Jika si pemakai sepatu adalah seorang publik figur, mereka lebih mengutamakan model sepatu daripada keamanan dan kenyamanan. Tidak hanya mencederai secara fisik, tetapi juga akan mencederai harga diri si pemakai. Masih ingat dengan kejadian memalukan yang dialami oleh Lady Gaga? Pada tanggal 23 Juni lalu saat ia tiba di bandara Heatrow, London, Lady Gaga mengenakan sepatu hak super tinggi, 25 centimeter. Ia terjatuh, namun berhasil bangun kembali sambil menahan rasa malunya. Saat terjatuh, Gaga mengenakan sepatu rancangan Noritaka Tatehana. Dibutuhkan seluruh rombongan tur musik untuk membuatnya kembali berdiri. Tetapi kejadian memalukan ini tidak membuatnya jera mengenakan alas kaki yang ekstrim.

Sebagian konsumen sepertinya juga tidak peduli dengan bahaya ini. Mereka cenderung hanya memperhatikan model yang sedang menjadi trend tanpa mempedulikan akibatnya bagi kesehatan diri mereka. Trend alas kaki saat ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan jika digunakan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Penggunaan alas kaki yang tidak cocok akan mengubah gaya berjalan pemakainya dan memicu terjadinya masalah pada rangka lutut, pinggul, dan sakit punggung. Ironisnya, produsen-produsen alas kaki tersebut hanya memproduksi alas kaki berdasarkan permintaan pasar. Dengan harapan untuk mendapat keuntungan yang besar, produsen mengabaikan kebutuhan pokok manusia, yaitu kesehatan.

Jika ditanya tentang alas kaki apa yang paling nyaman, mungkin sebagian besar orang akan menjawab sandal jepit adalah yang ternyaman. Secara sepintas sandal jepit memang terlihat santai dan efisien, karena tidak memakan banyak waktu untuk mengenakannya. Sandal jepit juga memberi keleluasaan bagi jari-jari kaki untuk bergerak.

Ternyata kenyamanan bukanlah ukuran dari segalanya. Kata Mike O’Neill, Juru bicara Asosiasi Chiropodis dan Podiatrik dari Inggris, pemakaian sandal jepit dalam jangka panjang menyebabkan nyeri pada tendon di bagian dalam kaki dan tungkai bawah. Hal ini dapat merangsang terjadinya pergeseran tulang kering dan nyeri pada sendi. Keluhan yang paling sering terjadi akibat pemakaian sandal jepit adalah pergelangan kaki menjadi bengkok. Bentuk sandal jepit yang terbuka tanpa ada pelindung juga bisa mencederai kaki jika pemakainya terantuk batu atau sejenisnya. Sandal jepit dengan bentuk alasnya yang datar tidak dapat memberikan dukungan yang cukup terhadap kaki jika digunakan untuk melintasi permukaan yang datar dan keras. Akibatnya, lengkungan telapak kaki, ligamen dan otot-otot kaki menjadi tegang. Tekanan yang tidak normal ini akan menimbulkan rasa kram di kaki.

Fakta-fakta ini seharusnya menggugah kesadaran para konsumen untuk berpikir cerdas sebelum memilih alas kaki yang tepat dan sesuai bagi mereka. Karena konsumen adalah raja, maka konsumen mendapat kebebasan untuk memilih yang terbaik. Bagaimanakah caranya menjatuhkan pilihan pada sebuah sepatu atau sandal yang tepat? Apakah cukup hanya dengan memilih alas kaki yang tepat saja tanpa tahu bagaimana cara memperlakukan mereka dengan benar?

Pertama, alas kaki yang baik adalah alas kaki yang mengikuti bentuk kaki. Masing-masing orang memiliki bentuk dan ukuran kaki yang berbeda. Bahkan antara kaki kanan dan kaki kiri seseorang memiliki ukuran yang berbeda. Memilih alas kaki berdasarkan bentuk dan ukuran yang sesuai mengandung pelajaran berharga bahwa hidup kita akan nyaman jika kita memperlakukan segala sesuatu sesuai dengan keadaan, tanpa sengaja menambah atau mengurangkannya. Coba bayangkan jika kita memakai sepatu yang berukuran terlalu besar atau terlalu sempit, pasti kita akan merasa tidak nyaman. Begitu juga dalam menjalani hidup, kita harus meyakini bahwa Tuhan telah memberikan anugerah sesuai dengan yang kita butuhkan. Kita hanya perlu mengolahnya namun jangan terlalu berlebihan.

Sebelum membeli sepatu atau sandal, kita harus mencobanya terlebih dahulu pada kedua kaki. Alas kaki tersebut harus memiliki sol yang berpola dan bertekstur di permukaan dalamnya. Karena sol pada sepatu atau sandal berfungsi sebagai pijakan yang sempurna bagi lengkungan telapak kaki. Dengan begitu berat tubuh bisa disalurkan secara merata ke seluruh kaki. Permukaan dalam sepatu harus lunak dan lentur agar kaki kita tidak mudah lecet. Untuk mengurangi risiko kaki lecet, bisa dengan menggunakan krim pelembab kaki sebelum kita memakai alas kaki untuk waktu yang lama. Selain itu, penting bagi kita untuk mengenakan kaos kaki. Kaos kaki berfungsi sebagai penyerap keringat dan kelembapan sehingga kaki menjadi lebih bersih dan higienis. Kaos kaki harus terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat dan lembut agar tidak melukai kaki.

Bagi anak-anak usia sekolah, sepatu sekolah adalah yang paling sesuai. Jenis sepatu ini cukup aman jika digunakan setiap hari karena terbuat dari bahan-bahan alami yang tidak berbahaya. Selain itu, sepatu sekolah juga dilengkapi dengan tali sepatu. Tali sepatu yang terpasang dengan benar membuat sepatu menjadi stabil, sehingga tidak akan mudah lepas jika pemakainya adalah anak-anak yang cenderung aktif.

Kedua, karena alas kaki adalah pelindung kaki dari cedera, maka kita harus memilih alas kaki yang terbuat dari bahan-bahan yang aman dan nyaman. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan alas kaki bermacam-macam menurut jenisnya. Masing-masing bahan tersebut akan mempengaruhi berat sepatu, kekuatannya, kemampuan “bernapas”nya, dan ketahanannya terhadap air.

Alas kaki dari bahan yang ringan seperti pastik, tentu saja tidak akan menambah beban pada kaki saat dikenakan. Hal ini membuat pemakainya tidak cepat merasa lelah saat beraktivitas. Alas kaki dengan kemampuan “bernapas” yang baik atau breathable membuatnya cocok jika dikenakan saat cuaca hangat hingga sedang. Alas kaki seperti ini jika basah, tidak membutuhkan waktu lama untuk mengeringkannya.

Selain ringan, alas kaki juga harus kuat dan tahan air. Seiring dengan perkembangan teknologi, kemampuan alas kaki untuk tahan terhadap air juga semakin meningkat. Produsen-produsen alas kaki yang peduli kesehatan menambahkan lapisan tahan air seperti outdry, sehigga alas kaki menjadi lebih tahan air. Meskipun begitu, tingkat ketahanan air masing-masing alas kaki juga ditentukan oleh perawatannya. Jika perawatannya benar, maka lapisan tahan air tersebut akan bertahan lebih lama. Oleh sebab itu, selalu perhatikan aturan perawatan alas kaki.

Ketiga, alas kaki juga memerlukan perhatian khusus, terutama masalah kebersihannya. Oleh karena itu kita harus merawat sepatu atau sandal yang kita miliki secara rutin. Kualitas alas kaki yang kita kenakan dapat mencerminkan seberapa besar rasa penghargaan kita terhadap diri sendiri. Jika kita memperhatikan hal-hal seperti ini, secara otomatis orang lain juga akan menghargai penampilan kita. Alas kaki yang terawat dengan baik akan nyaman jika dikenakan. Sehingga menambah daya tarik penampilan dan rasa percaya diri.

Hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam merawat alas kaki terutama sepatu adalah semir sepatu. Sepatu harus dalam keadaan bersih dan kering sebelum menyemirnya. Karena kondisi alas kaki yang lembab adalah tempat yang sempurna bagi bakteri dan kuman untuk berkembang biak. Sepatu menjadi bau dan tidak nyaman dikenakan. Untuk menghilangkan bau pada sepatu, bisa dengan menggunakan taburan baking soda saat malam hari, kemudian bersihkan taburannya saat pagi hari.

Seperti yang telah disebutkan oleh Dr. Charles Gerba, seorang ahli mikrobiologi dan profesor dari University of Arizona, alas kaki yang lembab juga mengandung bakteri mematikan Escherichia coli, Klebsiella pneumonia, dan Serratia ficaria. Ketiganya mengakibatkan penyakit berbahaya seperti sakit perut yang parah disertai dengan diare, gagal ginjal, pneumonia, infeksi aliran darah, infeksi saluran pernapasan, dan kandung empedu. Dengan menyadari adanya bahaya seperti ini, diharapkan kita melepaskan alas kaki jika dalam keadaan basah dan menggantinya dengan alas kaki yang kering.

Saat musim penghujan, kita sering dibuat jengkel dengan noda lumpur yang menempel pada alas kaki. Kita harus menunggu hingga noda lumpur itu kering sebelum mencucinya. Sinar matahari langsung saat menjemur alas kaki juga dapat membuat warnanya cepat memudar. Sediakan tempat penyimpanan khusus bagi koleksi-koleksi alas kaki kita. Susun dengan rapi dan bersihkan dari debu secara rutin.

Pemilihan alas kaki yang tepat adalah salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kesehatan. Dalam memilih alas kaki perlu disesuaikan dengan bentuk dan ukuran kaki masing-masing. Alas kaki yang dirawat dengan baik akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi pemakainya. Dengan membiasakan diri untuk mengenakan alas kaki, dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan tubuh.

Sayangnya, beberapa orang sering berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki dengan alasan untuk meregangkan otot-otot telapak kaki dan melancarkan peredaran darah. Di sisi lain, berjalan tanpa alas kaki justru meningkatkan risiko cedera pada lutut dan pergelangan kaki. Oleh karena itu alas kaki wajib digunakan baik di dalam maupun di luar ruangan.

Pernahkah mendengar istilah clavus atau mata ikan? Berjalan tanpa alas kaki meskipun di dalam ruangan membuat kaki rentan terhadap serangan benda asing. Mata ikan memang tidak berbahaya, namun penebalan kulit atau kapalan yang ditimbulkan oleh mata ikan sangatlah tidak nyaman. Bahkan untuk menghilangkannya harus melalui tindakan pembedahan.

Dengan demikian, apakah kaitan antara memilih alas kaki yang tepat dengan sikap kita dalam menjalani hidup? Sepasang kaki kita adalah anugerah yang berharga dari Tuhan Yang Mahakuasa. Kaki dapat membawa kita ke manapun tujuan yang kita inginkan. Langkah kaki kita juga bisa menentukan ke mana arah hidup kita. Jadi, tidak ada salahnya jika kita memulai langkah hidup kita dengan memilih alas kaki yang tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s